Wali Kota Bogor Hibah Tanah Pemko untuk Gereja

Bima Arya

AQshare.id – Konflik warga terkait rencana pembangunan gereja Yasmin, tampaknya, telah berakhir. Wali Kota Bogor telah menghibahkan tanah seluas 1.668 meter untuk dibangun gereja baru di atasnya.

Walikota Bogor, Bima Arya Soegiarto, berkata, telah terjalin kesepatan antara pihak jemaat Gereja Kristen Indonesia dengan warga. Selanjutnya, akan dibangun gereja di lahan baru yang dihibahkan Pemkot Bogor.

Masyarakat di sekitar lahan baru Jalan Abdulah Bin Nuh Kelurahan Cilendek Barat, kata Bima, juga telah memberikan persetujuan tertulis.

Karena itu, bila masih ada pihak yang mempersoalkan solusi hibah lahan tersebut, Wali Kota mempersilahkan agar menanyakannya ke Majelis Sinode GKI. Sebab Pemkot Bogor selama bertahun-tahun berunding dengan “Tim 7” yang ditunjuk Majelis Sinode.

Baca juga: Yang Kami Butuhkan Kemerdekaan Permanen, bukan Gencatan Senjata

Baca juga: Setelah Bustami Mundur dari Kepala BPKA, Anak Buahnya Juga Digusur

Menurut informasi, kesepakatan untuk menerima lahan hibah dicapai pada 25 April 2021. Saat itu pihak GKI telah mengumpulkan tanda tangan 144 jemaat untuk diajukan rekomendasi ke FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) sebagai syarat pengajuan IMB.

Di pihak lain, pada 6 Mei 2021 juga diperoleh dukungan tertulis dari 73 warga, masing-masing 40 orang di RT 04 dan di RT 05 sebanyak 33 orang. Mereka menyatakan tak keberatan didirikan gerja di lokasi tersebut. Ini sejalan dengan SKB 2 menteri yang mensyaratkan dukungan 60 warga untuk mendirikan rumah ibadah.

Semua dukungan dari masing-masing pihak itu diverifikasi oleh FKUB pada 21 dan 22 Mei 2021. Pada 27 FKUB memberikan rekomendasi pembangunan GKI. Dengan adanya rekomendasi tersebut, giliran Pemerintah Kota Bogor menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) hibah lahan kepada Majelis Sinode GKI pada 11 Juni 2021 dan BAST diserahkan Minggu siang, 13 Juni 2021.

Lahan baru ini, kata Bima Arya, jaraknya cuma sekitar satu kilometer dari sebelumnya. Luas lahannya pun lebih besar. “Kalau sebelumnya 1.400 meter persegi tapi berbatasan dengan lahan-lahan lain, di lokasi baru luasnya 1.668 meter persegi dan berada di area lahan seluas 1,7 hektar milik Pemkot yang nantinya akan dibangun fasilitas umum dan sarana olahraga,” Bima, Minggu 13 Juni.[]