Sering Tipu-tipu, Pedagang Emas Kampung Baru Jadi Tersangka

MEDIAPRIORITAS.Com – Empat pedagang emas Kampung Baru, Banda Aceh, harus mengakhiri aksi tipu-tipu yang sudah dilakoni selama ini. Mereka diduga memalsukan data kadar emas yang dijual ke pembeli. Akhirnya berurusan dengan polisi dan kini telah ditetapan menjadi tersangka.

Keempat pedagang yang ditetapkan menjadi tersangka masing-masing berinisial JP, S, D, dan H. “Semuanya merupakan pemilik usaha toko perhiasan yang beralamat di kawasan Kampung Baru,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Winardi, Jumat (23/7/2021).

Ditreskrimsus Polda Aceh, katanya, menetapkan keempat pedagang emas sebagai tersangka setelah terlebih dahulu memeriksa sejumlah saksi. Untuk mengumpulkan keterangan terkait JP yang merupakan pemilik Toko L, polisi memeriksa empat orang saksi.

Baca juga: Kacabdin Agara Bantah Pungli Kepsek

Baca juga: Bupati dan Anggota Dewan Sumbang Gaji untuk Korban Covid-19

Winardi mengatakan lagi, polisi memeriksa tiga saksi guna melengkapi keterangan untuk tersangka S yang merupakan pemilik Toko H. Sementara untuk tersangka D pemilik Toko B diperiksa 3 saksi dan 6 saksi untuk tersangka H yang merupakan pemilik Toko A.

Setelah menetapkan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari toko yang diguga melakukan penipuan kadar emas dalam jumlah berbeda. Dari Toko L diamankan 5,5 gram dalam bentuk rantai, Toko B 10 gram dalam bentuk kalung, Toko H 6,6 gram berupa kalung, Toko A 16 gram dalam bentuk kalung.

Para tersangka dijerat pasa 62 jo pasal 8 huruf f Undang-undang Nomor 81 tahun 1999 tentang perlindunga konsumen. Mereka terancam hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2 miliar.[]