Politikus PAN Minta Rumah Sakit Khusus untuk Pejabat

Ilustrasi layanan rumah sakit (foto: repro)

MEDIAPRIORITAS.Com – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional, Rosaline Rumaseuw, membuat pernyataan kurang simpati. Gara-gara susah mendapatkan layanan kesehatan untuk temannya, politikus ini minta pemerintah membangun rumah sakit khusus untuk pejabat negara.

Rosaline berpendapat, pejabat negara harus mendapatkan fasilitas kesehatan (faskes) khusus karena memikul tugas negara. ” Pemerintah lupa bahwa harus menyediakan faskes buat pejabat negara,” ujarnya.

Dia mengaku dalam satu dua bulan belakang membantu banyak pejabat negara mencari rumah sakit di Jakarta. Namun, hampir semua rumah sakit tidak bisa melayani.

Baca juga: Peneliti Vaksin Bio Farma Meninggal Dunia Terpapar Covid-19

Baca juga: Rachmawati Soekarnoputri Meninggal Diserang Covid

Rosaline mengatakan para pejabat biasanya akan dirawat di RSPAD Gatot Soebroto. Tetapi dengan terjadinya lonjakan Covid-19, rumah sakit itu tidak bisa lagi memberikan pelayanan sehingga banyak pejabat terlunta-lunta.

“Begitu Corona lahir, Kemenkes harus sudah mulai waspada karena pejabat negaranya harus diistimewakan. Dia ditempatkan untuk memikirkan negara dan rakyatnya, bagaimana sampai dia datang ke emergency terus terlunta-lunta, saya sedih,” ujarnya.

Ngaku ngemis

Rosaline mengatakan, beberapa koleganya sempat mengemis demi mendapatkan layanan rumah sakit. Bahkan ada yang meninggal dunia akibat tidak tertangani.

“Saya punya satu teman Komisi II, tiga hari lalu baru meninggal. Saya sempat ngemis-ngemis, saya punya Ketua Fraksi PAN, teman dari Wakil Ketua Komisi IX, saya punya Ketum PAN, semua ngemis-ngemis ke Medistra untuk ada ruangan itu,” katanya.

Baca juga: Setelah Viral Bendera Putih, Pemerintah Malaysia Salurkan Bantuan Covid-19

Baca juga: Varian Baru Covid-19 Asal India Merebak di Jatim

Dia mendesak Pemerintah untuk lebih memperhatikan kesehatan anggota dewan. Caranya dengan membangun RS khusus pejabat. “Bagaimana caranya harus ada RS khusus buat pejabat negara, segitu banyak orang dewan kok tidak memikirkan masalah kesehatannya,” politikus ini.

Ditegur

Juru Bicara DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, mengatakan apa yang disampaikan Rosaline terkait saran agar Pemerintah menyediakan RS khusus pejabat adalah pendapat pribadi. “DPP PAN telah memberikan teguran kepada dokter Rosaline atas pernyataannya yang bersifat pribadi di acara webinar tentang perlunya rumah sakit khusus pejabat,” kata Viva.

Dia menilai pernyataan tersebut tidak tepat diucapkan, apalagi secara emosional. Viva juga menyatakan usulan Rosaline bertentatangan dengan Pasal 28H UUD 1945 yang menyatakan setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

“Tanpa diskriminasi dan sekat stratifikasi sosial, apakat pejabat atau masyarakat, kaya atau miskin, jadi implementasi public services harus adil dan setara,” kata dia dilansir dari Merdeka.com.[]