Oknum Pegawai Kontrak Tersangka Begal Payudara, Sasarannya Mahasiswi

Tersangka pelaku begal payudara (foto: repro)

MEDIAPRIORITAS.Com – Para mahasiswi di Banda Aceh mesti ekstrahati-hati. Apa lagi jika berjalan sendirian di tempat sepi. Bahaya. Begal payudara berkeliaran cari mangsa. Warga Komplek Villa Citra Gampong Pineung, Banda Aceh, mengalaminya, Rabu (8/7/2021) lalu.

Menurut keterangan Kapolresta Banda Aceh melalui Kastreskrim AKP M Ryan Citra Yudha SIK, mahasiswi dengan inisial IN pada hari naas itu sedang berjalan kaki di sekitar komplek bedua dengan temannya. Sekonyong-konyong datang pelaku begal berinisial ACH (37) dan langsung menyambar payudara kiri IN.

Baca juga: Bejat, Sipir Wanita Ini Nekad Bercinta dengan Napi di Depan Teman-temannya

Baca juga: Misteri di Balik Dugaan Mesum: Koq Bisa CS Memerintah Seorang Pejabat Kemenag?

Kepada polisi, IN menjelaskan bahwa ia sempat melihat dan mengenali pelaku. Saat beraksi, katanya, pelaku mengendarai sepeda motor jenis Honda Beat dengan plat nomor BL 3127 AL. Pemangsa payudara tersebut mengenakan topi warna hitam, masker warna hitam, celana ponggol dan jaket juga warna hitam,

Mengutip keterangan IN, pelaku begal tersebut langsung melarikan diri setelah melakukan aksinya. Polisi tidak menjelaskan lebih rinci identitas pelaku. Hanya disebutkan bahwa ACH merupakan seorang tenaga kontrak atau pegawai honorer pada sebuah instansi pemerintah.

Baca juga: Diduga Tembak Polisi, Wanita Cantik Menantu Miliuner Inggris Ditangkap

Baca juga: Dua Pelaku Penembakan Pemred Media Online Sumut Tersangka

M Ryan menerangkan, saat diperlakukan kurang ajar oleh pelaku, mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Banda Aceh tersebut sempat berteriak. Melihat gelagat kurang baik, pelaku langsung kabur, melarikan diri.

Berdasarkan keterangan dan ciri-ciri yang disampaikan IN, polisi berhasil menangkap pelaku di Gampong Ilie, Banda Aceh. Pegawai honorer itu selanjutnya diserahkan ke Kanit PPA Satreskrim Polresta Banda Aceh Ipda Puti Rahmadiani StrK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Pelaku dijerat dengan Pasal 46 Qanun Aceh No. 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat,” kata Kasat Reskrim.[]