Masih Positif Covid-19 Lagi?

Ilustrasi (foto: Solopos.com)

“Ho ka Teungku Lahuda Seukeum? Biasa sarapan pagi tetap di Ulhee Kareng, gabung dengan awak geutanyo,” tanya panglima Bagek kepada Pang Badai, kawan dekat Lahuda Seukeum. Kebetulan mereka ngopi bareng selepas subuh Jumat, tadi pagi.

Teungku kurang sihat di rumah sakit. Sedang isolasi,” jawab Pang Badai singkat saja.

Laki-laki paruh baya penggemar kopi itu seolah-olah sedang menyembunyikan sesuatu kepada Panglima Bagek dan kawan lain yang lagi ngopi bersama.

Rasa curiga Panglima Bagek muncul tiba-tiba. “Berarti Tgk Lahuda ka keunong Corona lom, nyo Pang Badai,” Panglima Bagek ingin memastikan.

“Benar,” jawab Pang Badai. Tapi Tgk Lahuda malu menceritakan kondisi dirinya karena dua bulan lalu juga pernah terserang Covid-19, sepulang menghadiri pertemuan dengan tokoh-tokoh pengusaha sawit di Kota Medan.

Seminggu lalu, ia juga menghadiri pesta perkawinan anak kawan dekatnya di kawasan Aceh Besar.

Tiba-tiba, pulang dari pesta itu, badan Lahuda Sekeum meriang. Susah bernafas dan sedikit lelah. Lalu, ia ke Puskesmas. Ternyata, hasilnya, Lahuda Seukeum dinyatakan terpapar wabah yang menakutkan itu untuk kedua kalinya.

Baca juga: Gubernur Aceh Nova Iriansyah Positif Covid-19

Baca juga: Sudah Isolasi, Gubernur Masih Tetap Positif Covid? Tanggung Jawab Kadis Kesehatan Aceh Dipertanyakan

Lahuda Seukeum seperti tidak percaya kalau dirinya divonis Corona lagi. Karena, semua prokes Covid-19 tetap dilaksanakan. Kemana-mana pakai masker. Bahkan ia sudah dua kali suntik vaksin. “Karena itulah Tgk Lahuda menyembunyikan diri. Isolasi mandiri,” jelas Pang Badai.

Oe … oe … lagee nyan cerita jih,” jawab Panglima Bagek koor berbarengan dengan lima kawan yang juga ikut ngopi pagi tadi.

Sambil senyum, dengan nada sinis, salah seorang teman mereka nyelutuk. “Sang na rencana laen Tgk Lahuda,” celoteh tokoh yang mantan kombatan itu.

“Hai, Pang Badai. Itu bukan aib. Lihat, Pak Nova Iriansyah, Pak Gubernur kita saja sudah dua kali juga diserang Corona. Beliau tidak malu, bahkan beliau umumkan lagi di masmedia. Agar warga hati-hati, Corona tidak mengenal kasta, bila menyerang manusia. Pue lom Tgk Lahuda yang pergi kemana-mana tanpa dikawal dokter pribadi,” ceramah Bang Kade yang duduk semeja ngopi dengan mereka.

Baca juga: 823 Orang Divaksin Covid-19 di Komplek Kantor Gubernur Aceh

Baca juga: China Telah Ajukan Hak Paten Vaksin Covid-19 sebelum Status Pandemi Ditetapkan

Rupanya berita Pak Gubernur Aceh terserang Covid-19 untuk kedua kali menjadi isu menarik yang jadi pembahasan di waroeng-waroeng kopi seluruh pelosok Aceh. Ada yang percaya, ada pula yang mempertanyakan keabsahan cerita yang mengatakan Pak Nova Irinsyah, Gubernur Aceh, diserang Corona.

Panglima Bagek, termasuk salah seorang yang tidak percaya. Panglima Bagek yang rajin memberi komentar di medsos, mengkait-kaitkan isu tersebut dengan aktivitas KPK yang sedang memeriksa proyek kapal Aceh Hebat di Dinas Perhubungan yang telah menyeret beberapa oknum PNS di jajaran Pemerintah Aceh.

Tapi, tiba-tiba media menyuguhkan informasi yang mengagetkan. “Gubernur Aceh Nova Iriansyah masih terpapar Covid-19,” begitu tulis media cetak dan online ramai-ramai.

Dalam hiruk-pikuk isu pemeriksaan oleh KPK, konon, nama Pak Nova ikut terbawa-bawa. Tapi, karena Pak Nova dinyatakan “positif” Covid-19, dengan demikian, tim KPK pun harus menghormati hasil diagnosa dokter.

“Hai… Bagek! Jangan kait-kaitkan soal Corona dengan isu politik dan KPK beh,” bentak Bang Kade sambil memukul meja warkop, sehingga semua mata pengunjung tertuju ke arah mereka.

Rupanya usut punya usut, ternyata Bang Kade merupakan salah seorang Timses Irwandi- Nova ketika Pilkada dulu. “Lon memang hana geubi proyek oleh Pak Nova. Apalagi setelah Bang Wandi hijrah ke Jakarta. Tapi meunyo na nyang ngejek-ngejek Bang Wandi dan Pak Nova, rangkaban kutem,” pernyataan Bang Kade bernada emosi.

Pang Badai terpaksa nimbrung mendinginkan suasana, agar ocehan Bang Kade tidak menjadi fitnah di kemudian hari.  Berlima mereka kemudian saling maaf-maafan.

Pang Bagek, kemudian, menimpali. “Hai Kade, soal kah anggota Timses Irwandi-Nova, jangan lagi disebut-sebut. Lon pih Timses beliau chit. Tugas kita sudah selesai. Titik,” tegas Pang Badai sambil membelakangi mereka berempat, dan berlalu pergi.

Ho nyan Tgk Badai,” teriak Bang Kade.

Lon keuneuk jak u pendopo gubernur siat,” jawab Pang Badai dari kejahuan. Hmmm