Majelis Akreditasi Dayah Luluskan 30 Asesor

BANDA ACEH | BeritaBagus – Untuk sementara hanya ada di Aceh. Lembaga pendidikan nonformal keagamaan pesantren/dayah akan memiliki standarisasi sendiri. Sebuah tim yang disebut Majelis Akreditasi Dayah Aceh (MADA) baru saja menetapkan 30 asesor Badan Akreditasi Dayah Aceh (BADA) tahun 2021.

BADA nantinya bertugas melakukan assessment untuk melahirkan standar akreditasi Dayah. Dengan demikian, nantinya, lembaga pendidikan dayah/pesantren di Aceh akan memiliki tipe sesuai standar akreditasi yang akan dibuat oleh BADA.

Kepengurusan MADA dikukuhkan oleh Gubernur Nova Iriansyah pada 26 April 2021. Majelis ini terdiri dari Tgk Haekal Afifa Asyarwani sebagai Ketua, Tgk Ibnu Hajar (wakil ketua), Tgk Marbawi Yusuf, Tgk Ilham Mirsal, dan Tgk Syarwani sebagai anggota.

Saat melantik MADA, Gubernur Nova mengatakan, pembentukan majelis itu dimaksudkan untuk mendongkrak mutu dan standardisasi pendidikan dayah ke depan melalui standar akreditasi.

Lembaga in bekerja dipayungi dua produk hukum, yaitu Qanun Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penyelenggaran Pendidikan Dayah dan Peraturan Gubernur Nomor 64 Tahun 2019 tentang Badan Akreditasi Dayah Aceh (BADA).

Penetapan personil asesor dituangkan dalam Keputusan BADA yang dkeluarkan tanggal 1 Juli 2021. Di dalam keputusan tersebut terdapat 40 nama, 30 asesor yang dinyatakan lulus dan 10 lainnya merupakan peserta yang dinyatakan lulus cadangan.[]