Kritik Pembatasan Warkop, KPA: Apakah Corona Hanya Ada Malam Hari Saja?

Azhari Cagee

AQshare.id – Juru Bicara KPA, Azhari Cagee, menyampaikan kritik terhadap Peraturan Wali Kota Banda Aceh terkait pembatasan jam operasional warung kopi pada malam hari. “Memangnya Corona hanya ada malam saja?” tanya Azhari.

 

Politikus Partai Aceh ini melihat, Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota tidak komprehensif dalam menyikapi keadaan terkait penanggulangan penyebaran Covid-19. Yang diperhatikan selama ini, kata Azhari, hanya aturan tentang protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19.

 

Sebagaimana diketahui, pemerintah banyak melakukan pembatasan terhadap aktivitas publik. Warung kopi dilarang buka sampai larut malam, tidak boleh mudik, dan sebagainya. Tetapi, pemerintah seperti abai terhadap imbas yang ditimbulkan sebagai efek dari kebijakan tersebut.

Baca juga: Jumlah Warga Positif Covid-19 di Aceh Capai 17.109 Kasus

Baca juga: Seluruh Gedung Dilarang Fasilitasi Pesta, Agenda Masyarakat Berantakan

 

Karena itu, Azhari Cagee meminta pemerintah agar tidak hanya fokus membuat Pergub, perbup atau perwal tentang protokol kesehatan. Tapi, bagaimana dengan imbas yang ditimbulkan oleh penerapan kebijakan, juga harus dipikirkan. “Bagaimana perekonomian rakyat yang terimbas akibat berbagai kebijakan yang dikeluarkan selama ini?” ujarnya.

 

Menurut Azhari Cagee, dalam kondisi normal tanpa penerapan Protkes saja, angka pengangguran dan kemiskinan sangat memprihatinkan. “Apa lagi dengan dikeluarkannya berbagai aturan tersebut. Imbasnya ya … ekonomi Aceh makin hancur,” kata Azhari Cagee, Minggu (13/6/2021).

 

Karena itu, mantan Ketua Komisi I DPRA ini mengkritik Perwal Kota Banda Aceh yang membatasi jam operasional warung kopi (warkop) sampai pukul 23.00 WIB. “Memangnya Corona hanya ada malam saja?” ujarnya menggugat.

 

Azhari mengaku heran dengan aturan tersebut, padahal belum ada sebuah penelitian ilmiah pun yang menyatakan virus Corona hanya menyebar tengah malam atau lepas jam 22.00 WIB. Karena itu, dia menyarankan, lebih baik aturannya diperbaiki, misalnya dengan membatasi secara ketat jumlah pengunjung tiap-tiap warkop.

 

Selain itu, katanya, yang perlu diperketat juga adalah penerapan protkes seperti jaga jarak dan menggunakan masker. “Misalnya satu meja dua orang saja,” kata Azhari.

 

Dia mengaku banyak mendengar keluhan pengusaha warkop dan pedagang akibat pembatasan jam malam. Karena, hal ini berimbas terhadap omzet pedagang.

 

D sisi lain, kata Azhari Cagee, banyak juga warga yang memanfatkan waktu malam hari untuk santai dan bersilaturahim dengan kolega di warung kopi. “Makanya, kita minta aturan ini dikaji ulang. Kalaupun dilanjutkan harus ada solusi terhadap pedagang yang terkena dampak kebijakan tersebut,” ujarnya.

 

Terakhir, Azhari Cagee juga meminta Satgas Covid-19 agar dalam menegakkan aturan tetap menjaga kesantunan. “Kita minta Satgas Covid-19 juga memperhatikan hak-hak sipil masyarakat,” ujar Azhari Cagee.[]