Iswanto ke Aceh Besar, Pj Gubernur Lantik 5 Pj Bupati Besok

Ilustrasi (foto: repro)

BANDA ACEH | BeritaBagus – Dijadwalkan, besok Kamis (14/07/2022), Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, bakal melantik lima Pj kepala daerah di Gedung Serbaguna Setda Aceh. Kelimanya adalah Aceh Besar, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Aceh Timur, dan Bener Meriah.

Sebuah sumber memperkirakan, Muhammad Iswanto yang kini menjabat Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh bakal ditugaskan ke Aceh Besar. Untuk Aceh Utara, bila tidak ada perubahan, bakal dilantik Azwardi Abdullah yang kini kepala Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe.

Baca juga: Partai Aceh Nobatkan Nova Iriansyah sebagai Gubernur Terburuk Sepanjang Sejarah

Azwardi menggantikan Bupati Muhammad Thaib yang berakhir masa jabatan pada Selasa (12/07/2022) kemarin. Kemudian, Pj Walikota Lhokseumawe disebut-sebut bakal dipercayakan kepada Imran.

Baca juga: Hewan Qurban di Pijay dan Aceh Besar Terindikasi PMK

Kini, ia menjabat Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polhum) Kemendagri. Imran menggantikan Suaidi Yahya yang berakhir masa tugas Selasa (12/07/2022) kemarin.

Menurut informasi, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Timur Mahyuddin bakal dilantik menjadi Pj bupati setempat menggantikan Bupati Hasballah M Thaib yang sudah berakhir masa jabatan pada Rabu (13/07/2022) hari ini.

Baca juga: Bupati Mawardi Gagal Membangun Aceh Besar

Sekda Bener Meriah, Haili Yoga, bakal dilantik sebagai Pj bupati menggantikan Bupati Sarkawi yang mengakhiri masa tugas, Kamis (14/07/2022). Rencana pelantikan ini dibenarkan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Setda Aceh, M Jafar. “Tapi siapa yang ditunjuk Mendagri sebagai Pj kepala daerah, saya tidak tahu,” ujarnya.

Pada sisi lain, diperoleh kabar, Pj gubernur telah menunjuk empat pejabat di wilayah masing-masing sebagai pelaksana harian (Plh) Bupati/Walikota menggantikan kepala daerahnya yang sudah berakhir masa tugasnya. Yaitu, Aceh Besar, Aceh Utara, Lhokseumawe dan Aceh Timur.

Langkah itu dilakukan Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, guna menghindari terjadinya kekosongan jabatan kepala daerah, lantaran Pj Bupati/Walikota belum bisa dilantik.[]