Sekda Taqwallah Ajak Masyarakat Dukung Bank Aceh

Gubernur Nova Iriansyah memberikan secara simbolis bantuan makanan untuk pasien Covid-19 yang dirawat di ruang Pinere RSU Zainoel Abidin Banda Aceh (foto: dok Ist)

MEDIAPRIORITAS.Com – Memasuki usia ke-48, Bank Aceh terus tumbuh dan berkembang. Dilaporkan, bank ini telah mencapai kinerja menggembirakan dengan peningkatan aset sebesar 13,05 % atau Rp 27,3 triliun selama periode terakhir.

“Kita patut bersyukur, Bank Aceh telah mengalami kemajuan yang sangat signifikan selama menjadi bank syariah. Dibandingkan tahun lalu, capaian kinerja Bank Aceh hingga 30 Juni 2021, cukup menggembirakan. Hal ini terlihat dari total aset Bank Aceh bertambah dari Rp 24,2 triliun menjadi Rp 27,3 triliun atau meningkat sebesar 13,05 persen,” kata Taqwallah saat menjadi inspektur upacara pada peringatan HUT bank Aceh, Jumat (6/8/2021).

Pada acara yang dipusatkan di roof top Kantor Pusat Bank Aceh Syariah kawasan Batoh, Banda Aceh, hadir juga Gubernur Nova Iriansyah yang merupakan Pemegang Saham Pengendali bank ini.

Sekda Taqwallah yang menjabat Plt Komisaris Bank Aceh menceritakan sejarah singkat bank itu. Bank tertua di Serambi Mekkah ini, kata dia, didirikan pada tanggal 19 November 1958 di Kutaraja dengan nama NV Bank Kesejahteraan Bank Atjeh.

Dikatakan, 10 tahun kemudian atau tepatnya pada tanggal 7 April 1973, Gubernur Kepala Daerah Istimewa Aceh mengeluarkan Surat Keputusan Nomor: 54/1973 tentang Penetapan Pelaksanaan Pengalihan “NV Bank Kesejahteraan Atjeh” menjadi “Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh”.

Peralihan status, baik dalam bentuk hukum, hak dan kewajiban secara resmi terlaksana pada tanggal 6 Agustus 1973. Momentum ini selanjutnya dianggap sebagai hari lahirnya Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh. Berikutnya, bank ini mengalami empat kali perubahan nama dan badan hukum hingga akhirnya pada 19 September 2016 menjadi PT. Bank Aceh Syariah.

Di usia yang ke-48, Taqwallah memberikan apresiasi bagi pencapaian positif Bank Aceh. Menurut Taqwallah, sejumlah indikator keuangan menunjukkan kemajuan yang signifikan. Tak hanya peningkatan total aset, kata Sekda, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga bertambah dari Rp 20 triliun menjadi Rp 23,4 triliun (meningkat 14,06 persen). Pembiayaan juga meningkat, dari Rp14,5 triliun menjadi Rp15,7 triliun (meningkat 8,54 persen).

Baca juga: Pengusaha Jusuf Hamka Alami Sendiri, Bank Syariah Ternyata Lebih Kejam

Baca juga: 40 % Dana Desa Aceh Besar Cair, jangan Disimpan di Bank!

Selain itu, sambung Taqwallah, laba Bank Aceh juga bertambah dari Rp 188,6 milyar menjadi Rp 220,3 milyar. Di samping kesuksesan dari sisi angka-angka kinerja, kata dia, dalam rangka meningkatkan layanan dan transaksi, sepanjang 2020-2021 Bank Aceh berhasil meluncurkan 4 layanan transaksi, yaitu Kartu debet, Cash Recycling Machine (CRM) Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) dan tambahan fitur Action Mobile Banking.

Taqwallah juga mengingatkan seluruh jajaran Bank Aceh untuk menindaklanjuti hasil Rapat Umum Pemegang Saham, Rapat Kerja serta kunjungan lapangan Dewan Komisaris pada 103 kantor cabang pembantu dan kantor kas. “Itu semua merupakan harapan dari seluruh pemangku kepentingan, antara lain, pembiayaan peningkatan pembiayaan produktif,” ujarnya.

Selain itu, Sekda juga berpesan agar Gerakan Bersih, Rapi, Elok dan Hijau (BEREH) agar terus dipertahankan dan ditingkatkan pada masa mendatang, serta sejumlah pembenahan lainnya.

Apresiasi Penerima Jubilium

Dalam kesempatan tersebut Plt Komut Bank Aceh juga mengapresiasi 19 orang penerima lencana Jubilium, yang telah mendedikasikan kerjanya selama 25 tahun di Bank Aceh. “Tentunya, kontribusi yang Saudara berikan akan menjadi motivasi bagi seluruh karyawan dan karyawati Bank Aceh,” ujarnya.

Taqwallah juga mengingatkan, bahwa selama satu tahun terakhir, Bank Aceh juga mengalami kehilangan 29 orang sumber daya Insani yang telah memberikan kontribusi dan dedikasi untuk kemajuan Bank Aceh Syariah. Tujuh orang diantaranya meninggal dunia dan 22 orang lainnya telah memasuki masa purna tugas.

Ia menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, dan juga ucapan terima kasih atas dedikasi dan loyalitas yang telah ditunjukkan selama ini. Kepada karyawan yang telah memasuki masa purna tugas, dia mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan. “Semoga rasa persaudaraan dan komitmen kita untuk membesarkan Bank Aceh Syariah akan terus ada,” ujar Sekda.

Dia juga mengucapkan “Dirgahayu ke-48 Bank Aceh. Dia berharap Bank Aceh Syariah semakin berkiprah maju dan terus berkembang menjadi lembaga keuangan yang mampu menguatkan fondasi perekonomian daerah dan mendorong berkembangnya usaha ekonomi berbasis kerakyatan.

Sebagai bentuk rasa syukur, dalam memperingati usianya yang Ke-48 ini, Bank Aceh Syariah juga melaksanakan kegiatan sosial melalui Bank Aceh Peduli, di antaranya bantuan konsumsi bagi tenaga kesehatan di Ruang Pinere RSUZA, bantuan kebutuhan sehari-hari dan sembako bagi Yayasan Blood For Life Foundation, Yayasan Darah Untuk Aceh, dan bantuan 1 (satu) unit sepeda motor untuk pengurus Masjid Al-A’la Cot Mesjid, Banda Aceh.[]