Dibangun Mahal-mahal, Gedung Pers Simeulue tak Berfungsi

Gedung Pers Simeulue (foto: dok Ist)

AQshare.id – Para wartawan di Simeulue, Aceh, seharusnya bisa berkiprah lebih optimal setelah hadir Gedung Pers di kabupaten kepulauan itu. Tapi sayang, bangunan megah senilai Rp 1,5 miliar tak bisa difungsikan.

Gedung itu dibangun pada tahun 2018 menggunakan dana Otsus kabupaten (DOKA) yang dikelola oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh. Sejak dinyatakan selesai dibangun, gedung mewah ini belum difungsikan hingga saat ini.

Menurut pengamatan insan pers di sana, kondisi gedung ini terlihat tak terawat. Publik di sana juga tidak tahu status pengelolaan gedung dua lantai tersebut, apakah masih menjadi asset provinsi atau sudah diserahkan ke kabupaten.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Balai PWI Kabupaten Simeulue, Al Ashab. Menurut dia, pihak terkait perlu segera menetapkan status kepemilikan gedung ini, sehingga nanti jelas urusannya menjadi tanggung jawab siapa. “Jangan sampai terbengkalai begini,” ujarnya.

Baca: PMI Banda Aceh Harus Sediakan Darah Minimal 100 Kantong Setiap Hari

Baca: Pejabat Satpol PP Aceh Barat Tumbang Dihajar Orang Gila

Dalam situasi yang serba tidak jelas seperti sekarang, ujar Al Ashab, pengurus PWI di sana juga tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak jelas harus dilaporkan kemana setiap ada masalah yang timbul pada fasilitas yang dibangun dengan uang negara ini.

Dia menjelaskan, jika Pemkab Simeulue ingin melakukan sesuatu terhadap gedung ini, juga menghadapi kendala. Termasuk permohonan penataan halaman yang pernah disampaikan kepada bupati dan DPRK, jadi mengambang penyelesaiannya karena belum jelas status kepemilikan gedung.

Al Ashab mengatakan, para wartawan Simeulue berharap agar Gedung Pers itu bisa difungsikan. “Sehingga aktivitas insan pers di Simeulue bisa berjalan maksimal,” ujarnya.[]