Perangkat Desa Ancam Batalkan Bantuan Masyarakat Miskin jika tak Mau Divaksin

Orang yang menyampaikan pengumuman vaksinasi diduga perangkat desa Putoh Sa (foto: dok Ist)

AQshare.id – Sebuah tayangan video singkat beredar luas di media sosial (medsos) berisi ancaman terhadap warga. Siapa yang tidak bersedia divaksin Covid-19 akan dihentikan berbagai bantuan seperti BLT, PKH, dan sembako.

Dalam video terlihat, dua orang laki-laki mengendarai sepeda motor warna merah berkeliling menyusuri jalan desa. Laki-laki berkaos biru yang dibonceng memegang mikrofon. Menggunakan pengeras suara, dalam Bahasa Aceh dia meminta warga segera menuju ke rumah sakit.

“Kepada masyarakat Gampong Putoh Sa, yang na keunong PPST, PKH, BLT, mari sama-sama jino tabeurangkat u rumoh saket Matang Pudeng. Karena na vaksin. Bila hana neujak, maka bantuan akan dikoh (Kepada masyarakat Gampong Putoh Sa, yang mendapatkan bantuan PPST, PKH, BLT, mari sama-sama sekarang kita menuju ke rumah sakit Matang Pudeng. Karena ada vaksin. Jika tidak bersedia, maka bantuan akan dipotong, Red),” ujar laki-laki tersebut.

Baca juga: Uang Logam Bisa Nempel di Lengan Bekas Vaksin? Ini Penjelasan Pejabat Kesehatan

Baca juga: 823 Orang Divaksin Covid-19 di Komplek Kantor Gubernur Aceh

Baca juga: Benarkah Air Kelapa Dapat Menetralisir Efek Negatif Vaksin Covid-19?

Dari belakang petugas desa ini terlihat mengiringi seorang laki-laki berseragam PNS. Diperkirakan, orang tersebut adalah perangkat desa yang ditugaskan untuk melakukan sosialisasi kepada warga agar datang ke rumah sakit untuk divaksin.

Belum diketahui lokasi pengambilan video. Menurut penelusuran di Wikipedia, Desa Matang Pudeng terletak di Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Sejauh mana kebenaran informasi di video ini, Redaksi AQshare.id belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari pihak berwenang.[]