Teuku Nara, Orang Dekat Sekda Taqwallah Disingkirkan dari Disdik Aceh

Teuku Nara Setia (foto: dok Ist)

BANDA ACEH | BeritaBagus – Pembersihan orang-orang lama di Dinas Pendidikan Aceh masih dilanjutkan Alhudri. Dalam gelombang mutasi injure time Pemerintahan Nova Iriansyah, Senin (4/7/2022 sore, ia mendepak Teuku Nara Setia dari posisi sekretaris dan menggantikannya dengan personil dari Dinas Sosial.

Pergantian Sekretaris Disdik dan sejumlah pejabat instansi itu berlangsung Senin (4/7/2022) di kantor itu. Nyaris tidak banyak tahu kabar mutasi tersebut.

Baca juga: Kadisdik Aceh Ancam Kepsek, Silakan Mundur Jika tak Tuntaskan Vaksinasisi Siswa!

Selain Nara, terdapat beberapa pejabat eselon IV di Cabang Dinas yang terkena mutasi. Ada pula yang dinonjobkan, yaitu Kepala Cabang Dinas Aceh Timur, Abdul Jaban.

Baca juga: Rektor USK: Kualitas Pendidikan Aceh Sekarang Lebih Buram dari Kertas yang Buram

Menurut sebuah sumber, dengan dikeluarkannya Nara — disebut-sebut orang dekat Sekda Taqwallah — dari Disdik, tinggal sedikit orang lama dan punya pengalaman kerja mengelola pendidikan. Karena, mayoritas sekarang merupakan PNS dari luar Disdik yang diboyong ke sana, seperti dari Dinas Sosial dan Satpol PP.

Posisi penting yang terkait dengan perencanaan dan tugas-tugas peningkatan mutu tidak lagi dipercayakan kepada orang Disdik, tapi sudah diganti orang baru yang sama sekali tidak punya pengalaman.

Baca juga: Disdik Aceh Kangkangi Aturan, Mutasikan Kepsek Berstatus Sekolah Penggerak

Berikut komposisi personil yang bertugas di Dinas Pendidikan Aceh:

  1. Kepala Dinas, dari Dinas Sosial
  2. Sekretaris dari Dinas Sosial
  3. Kabid Sarana/prasarana dari Dinas Sosial
  4. Kasubbag Keuangan dari Dinas Sosial
  5. Kasubag Kepegawaian dari BPSDM
  6. Kabid Pembinaan SMA, bekas kepala SMA
  7. Kabid SMK, bekas Kacabdin Singkil
  8. Kabid GTK, dari Disdik Aceh
  9. Kepala UPTD Teknologi Pendidikan, dari Kantor Gubernur

Pembersihan staf Disdik yang berpengalaman dikhawatirkan berpengaruh terhadap kinerja instansi tersebut. Misalnya terkait perencanaan pendidikan yang tidak tepat sasaran, sehingga hal ini akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan daerah ini ke depan.[]