Tak Tersentuh KPK, Alhudri Miliki Kekayaan Rp 5,5 Miliar Selama 2 Tahun Menjabat Kadis

Alhudri (foto: repro)

BANDA ACEH | BeritaBagus – Alhudri yang kini menjabat kepala Dinas Pendidikan Aceh menjadi salah seorang pejabat Aceh yang memiliki kekayaan fantastis. Selama lebih kurang 2 tahun menjadi kepala dinas provinsi, kekayaannya mencapai Rp 5,5 miliar.

Pada awalnya, lulusan STPDN ini adalah camat di Aceh Tengah. Ketika Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Zaini Abdullah beberapa waktu lalu, dia berhasil mutasi dan mendapatkan jabatan eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Aceh. Saat awal menjabat salah satu kepala SKPA tahun 2018, dia hanya memiliki kekayaan Rp 1,67 miliar.

Menurut amatan seorang pengamat di Banda Aceh, meski pejabat ini memiliki data transaksi yang meningkat drastis, tapi hingga sejauh ini KPK belum memeriksa pejabat tersebut. “Seperti ada pembiaran,” ujar Dr Taufiq A Rahim, akademisi Universitas Muhammadiyah Aceh, Selasa (21/9/2021).

Baca juga: Kadisdik Aceh Offside, Keluarkan Edaran Gotong Royong Bertentangan dengan Ingub PPKM

Baca juga: Kacabdis Pendidikan Agara Diterpa Isu Pungli, Jabatan Kepsek Dibandrol Rp 20 Juta

Menurut data LHKPN, harta kekayaan Alhudri meningkat drastis selama dua tahun terakhir, terhitung dari 2018 hingga 2020. Selama itu, kekayaannya bertambah sebesar Rp 5,5 miliar atau naik 331,01 persen.

Laporan LHKPN Alhudri pada tahun 2020, dia melaporkan memiliki kekayaan sebanyak Rp 7,1 miliar. Penambahan kekayaan Alhudri terutama dari aset tanah dan bangunan di Aceh Tengah dan Banda Aceh yang mencapai Rp 4,8 miliar.

Aksi demo menuntutu pencopotan Alhudri dari Kadisdik Aceh (foto: dok Ist)

Kemudian, ia juga mencatatkan asset alat transportasi yang bertambah senilai Rp 250 juta. Harta bergerak lainnya bertambah senilai Rp 230 juta.

Menurut data LHKPN, berikut rincian penambahan kekayaan Alhudri selama 2018 – 2020.

  1. Tanah dan bangunan seluas 224 m2/360 m2 di Aceh tengah, Hibah Tanpa Akta senilai Rp 1,62 miliar
  2. Tanah seluas 72 m2 di Aceh Tengah, Hibah Tanpa Akta Rp 750 juta
  3. Tanah seluas 100 m2 di Aceh Tengah, Hibah Tanpa Akta Rp 200 Juta
  4. Tanah seluas 260 m2 di Aceh Tengah, Hibah Tanpa Akta Rp 416 juta
  5. Tanah seluas 192 m2 di Aceh Tengah, Hibah Tanpa Akta Rp 250 juta
  6. Tanah seluas 60 m2 di Aceh Tengah, Hibah Tanpa Akta Rp 90 juta
  7. Tanah dan bangunan seluas 1000 m2/500 m2 di Banda Aceh, Hasil Sendiri Rp 1,5 miliar.[]