Sekda Aceh Targetkan 600 Ribu Dosis Vaksin Siswa Harus Tercapai

Taqwallah dan Alhudri dalam sebuah pertemuan dengan kepala sekolah (foto: lintasgayo)

TAKENGON | BeritaBagus – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, mengatakan, pihaknya menargetkan 600 ribu dosis vaksin harus habis disuntikkan kepada siswa. Kepala SMA, SMK, dan SLB diperintahkan mendukung realisasi target tersebut dengan segala macam cara.

Ia bersama kepala Dinas Pendidikan Aceh Alhudri memberi batas waktu hingga 30 September mendatang. Sehari sebelumnya, bahkan, Alhudri mengultimatum para kepala sekolah (kepsek) yang tidak bisa mencapai target agar mengundurkan diri dari jabatan kepsek.

Taqwallah yang berbicara dalam sebuah pertemuan dengan para kepsek di SMA Negeri 8 Takengon, Aceh Tengah, Senin (20/9/2021), mengatakan, target yang ditetapkan itu dimaksudkan untuk mempercepat vaksinasi siswa di Aceh.

Baca juga: China Gunakan Vaksin Buatan Amerika, bukan Sinovac !

Baca juga: Sekda Taqwallah Ancam Stop Dana BOS jika Sekolah tak Sukseskan Vaksinasi

Strategi ini, kata Taqwallah, harus bisa diselesaikan oleh wali kelas. “Sangat mungkin tugas ini diambil wali kelas, maka kami sampaikan dan ingatkan seluruh sekolah supaya dapat menggerakkan 1 rombel ditanggung oleh 3 atau 4 guru atas tanggung jawab wali kelas,” kata dia usai acara dzikir dan doa bersama seperti dilansir dari lintasgayo.com.

Waktu itu, Taqwallah didampingi Kadisdik Aceh, Alhudri, Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah, Kacabdin Pendidikan Aceh Tengah, dan seluruh jajaran Dinas Pendidikan Aceh Tengah.

Ia mengaku optimis. Melalui pendekatan yang dibangun para wali kelas, kegiatan itu diyakini akan berdampak baik terhadap kesuksesan pelaksanaan vaksinasi siswa. Taqwallah mengatakan, setiap daerah memiliki karater kesulitan tersendiri, namun ia meminta agar para guru tidak menyerah untuk terus berupaya memberikan pemahaman dan meyakinkan para orang tua.

Menurut Taqwallah, banyak strategi yang dapat diterapkan masing-masing sekolah. “Memang pekerjaan ini sungguh berat, tapi karena virus tidak mengenal libur maka kita terus bergerak terus tanpa libur, supaya ini bisa terus kita selesaikan dalam kesempatan pertama,” ujar Sekda.[]