Oknum Kabid PAUD Diduga Lakukan Pungli, Nama Istri Bos Ikut Terseret

Ilustrasi

LHOKSUKON | BeritaBagus – Isu pungutan liar (pungli) menerpa Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Utara. Oknum Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada instansi tersebut, Hel, disinyalir meminta setoran 10 % dari setiap sekolah PAUD. Parahnya, disebut-sebut, uang pungli mengalir ke kantong isteri pejabat penting di sana.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini, di Aceh Utara terdapat 450 PAUD dengan 14.658 siswa. Jika dihitung dari jumlah tersebut, oknum pejabat ini bisa meraup ratusan juta rupiah.

Sebuah sumber menyebut, oknum Kabid PAUD Aceh Utara tergolong orang berani dan tegas. Jika ada kepala PAUD yang keberatan menyerahkan fee 10 persen, dia tidak segan-segan mengeluarkan ancaman akan membekukan izin PAUD.

Baca juga: Alhudri Jangan Tutupi Kasus Pungli Kacabdis Agara

Baca juga: Ketua Komisi VI DPRA: Kami Terus Awasi Kasus Pungli di Disdik

Dia juga mengancam para kepala sekolah untuk tutup mulut. Kepala PAUD yang merupakan ibu-ibu diancam agar tidak menceritakan kepada siapapun perihal kutipan fee 10 persen, termasuk kepada pihak polisi atau wartawan.

Modus pungli yang dilakukan Hel tergolong rapi. Dia memasang “orang kepercayaan” untuk melakukan pengutipan dana BOP. Dengan demikian, dia seakan-akan tidak terlibat dalam aksi kejahatan tersebut.

Kena OTT

Menurut informasi, pada tahun 2018 lalu, oknum ini pernah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Tim Saber Pungli Polda dan Kejati Aceh. Juga dalam kasus pungli yang sama.

Dalam OTT itu, tim Saber pungli berhasil mengamankan sejumlah uang. Oknum ini sempat menjalani proses hukum dan divonis hukuman percobaan selama 6 bulan dengan status tahanan kota.
Anehnya, meski pernah divonis bersalah dan berstatus tahanan kota, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib tidak mencopot Hel. Bupati bahkan tetap mempertahankan Hel pada jabatan yang sama hingga saat ini.

Sebuah informasi menyebut, bupati tidak memberhentikan Hel dari jabatan karena yang bersangkutan merupakan sahabat dekat istrinya. Menurut sumber, Hel mendapat dukungan kuat dari isteri bupati.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Utara, Saifullah S.Pd, mengaku tidak mengetahui informai terkait pungli terhadap kepala PAUD. Dia mengaku selalu mengingatkan jajaran Disdik setempat agar tidak melakukan pungi. “Jika juga terjadi, itu di luar sepengetahuan dinas,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan alasan Bunda HEL tidak masuk kantor selama beberapa hari ini karena sedang sakit patah di bagian tangan, akibat terperosok.

Mengutip beritamerdeka.net, Kabid PAUD Disdik Aceh Utara, Hel, yang ditanya soal dugaan pungli yang katanya atas sepengetahuan isteri bupati, tidak bersedia berbicara banyak melalui telepon. ”Pokoknya kita jumpa dulu, baru nanti saya jelaskan duduk persoalannya,” kata wanita ini.[]