Miris, Pengurus RT di Jakarta Barat Minta THR ke Warga

Ilustrasi (foto: CNBC Indonesia)

JAKARTA | BeritaBagus – Viral surat edaran pengurus RT di Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, yang meminta tunjangan hari raya (THR) kepada warga. Pihak kelurahan telah meminta pengurus RT mencabut edaran tersebut.

“Saat ini sudah dilakukan pembinaan oleh lurah dan mencabut surat edaran tersebut,” kata Camat Cengkareng Ahmad Farih saat dihubungi, Kamis (6/4/2023).

Berdasarkan keterangan dari kelurahan setempat, pengurus RT sudah bersedia mencabut edaran tersebut. Selanjutnya, kelurahan akan memberikan pembinaan terhadap pengurus RT agar peristiwa serupa tak terulang. “Iya (pengurus RT) siap mencabut hari ini juga,” jelasnya.

Di sisi lain, Ahmad mengakui tak ada ketentuan yang melarang meminta THR kepada warga setempat. Kendati begitu, dari segi etika, hal tersebut tak patut dilakukan.

“Hal itu tentu tidak ada aturan yang membolehkan dan tidak ada pula aturan yang melarang, secara kepatutan tentu hal yang tidak patut dilakukan oleh tokoh masyarakat, baik ketua RT atau RW, di tengah masyarakat kita yang sedang menghadapi kesulitan,” ucapnya.

Dilihat Kamis (6/4/2023), surat edaran itu dibuat per 30 Maret 2023. Edaran itu tertulis dibuat oleh pengurus RT 009 RW 016 dan diteken Ketua RT, Sekretaris, hingga Bendahara RT.

“Sehubungan dengan akan datangnya Hari Raya Idul Fitri 1444 H/2023 M yang jatuh pada tanggal 21-22 April 2023, kami mengimbau kepada warga RT 009/016 Kelurahan Kapuk, memberikan tunjangan hari raya,” demikian isi SE yang beredar.

Dalam SE itu, THR akan diberikan kepada pengurus RT, petugas keamanan, petugas kebersihan, anggota Dawis, hingga ZiS kelurahan. Adapun besaran THR yang diminta mulai Rp 60 ribu hingga Rp 300 ribu untuk home industry.

SE itu juga menuliskan penarikan uang THR itu dilakukan pada 2, 9, dan 16 April 2023, yang bisa dicicil tiga kali.

Dimintai konfirmasi terpisah, Pj Gubernur DKI Heru Budi menyampaikan akan menelepon Lurah Kapuk. Dia akan mengecek kebenaran edaran pengurus RT yang meminta THR. “Nanti saya telepon pak lurahnya,” kata Heru Budi kepada wartawan.[]