Malaysia Kembali Lockdown Total, Warga Dapat BLT Setara Rp 340 Ribu hingga Rp 1,7 Juta

Suasana kota Kuala Lumpur saat pemberlakuan lockdown ketiga kalinya (foto: Suara.com)

AQshare.id – Pemerintah Malaysia kembali memberlakukan kebijakan lockdown sejak Selasa (1/6/2021). Sekolah dan instansi pemerintah diliburkan. Warga diberikan bantuan langsung tunai (BLT) yang jumlahnya bervariasi mulai RM 100 hingga RM 500 atau setara Rp 1.700.000.

Kontributor AQshare.id Kuala Lumpur, Nazri Jalaluddin, mengatakan, pemberlakuan lockdown untuk ketiga kali ini lebih ketat dibanding sebelumnya. Masyarakat sama sekali dilarang melakukan aktivitas di luar rumah, kecuali di kawasan sendiri.

“Lock down sepenuhnya. Ada razia kawalan batas dan patrol polis, juga tentara,” tulis Nazri melalui pesan aplikasi WhatsApp, Rabu (2/6/2021).

Untuk meringankan beban warga yang tidak bisa melaksanakan aktivitas seperti biasa, kata Nazri, Kerajaan memberikan bantuan. Berbeda dengan lockdown tahap 1 dan 2, pemberian bantuan yang di Indonesia disebut BLT ini, tidak menyasar seluruh penduduk, tapi hanya diberikan untuk sekitar 20 juta rakyat saja, termasuk untuk lansia dan pensiunan 60 tahun ke atas.

Dijelaskan, BLT kali ini tidak diberikan untuk kelas menengah dan para pengusaha. Ketika lockdown tahap 1 dan 2, Kerajaan memberikan bantuan kepada lebih banyak warga, termasuk warga asing yang masuk ke Malaysia secara resmi.

Untuk kali ini, ujar Nazri, terdapat sekitar 11,4 juta penduduk tidak kebagian BLT. “Apa lagi untuk mereka yang berada di luar negeri, sama sekali tak dapat,” terangnya.

Dia menjelaskan, selama lockdown pusat pasar dan perkantoran tutup. Hanya pedagang kebutuhan rumah tangga yang diizikan buka, itu pun dengan pembatasan jam operasi. “Tutup semua, kecuali kedai jualan barang runcit/kelontong,” kata Nazri.

Pusat kuliner dan rumah makan juga demikian. Ada rumah makan yang buka tapi tidak melayani pelanggan untuk makan di tempat, melainkan hanya untuk layanan bungkus atau dibawa pulang. Lockdown akan berlangsung hingga 14 Juni mendatang.

Nazri mengatakan, kantor pemerintah tutup semua. “Hanya sekitar 20 persen saja yang buka. 80 persen kerja dari rumah,” ujarnya.

Kebijakan lockdown diterapkan Malaysia dimaksudkan untuk menekan penyebaran Covid-19 mengingat gelombang ketiga infeksi virus corona baru saja mencetak 9.020 kasus baru per Sabtu 29 April 2021.

Hingga saat ini, angka kematian akibat Covid-19 di negara itu sudah mencapai 2.796 kasus.[]