Disdik Sediakan Dana Rp 17,8 M Beli Tanah SMK, Pemilik Hanya Dibayar Rp 7,3 M

Jakarta | BeritaBagus –Pemilik tanah yang jadi kavling SMKN 7 Tangerang Selatan (Tangsel) Sofia M Sujudi Rassat merasa sangat dizalimi. Betapa tidak. Tanah miliknya seharga Rp 17,8 miliar hanya dibayar Rp 7,3 miliar.

Kasus korupsi pengadaan tanah ini terungkap di Pengadilan Tipikor Serang, Selasa (27/9/2022). Sofia menjadi saksi untuk terdakwa Ardius Prihantono (eks Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemprov Banten, dan Agus Kartono bersama Farid Nurdiansyah pihak swasta.

Sofia benar-benar merasa dikerjai oleh para pelaku. Mereka memberi harga tanah tersebut Rp 7,3 miliar. Padahal Pemprov Banten membayar tanah itu senilai Rp 17,8 miliar ke terdakwa. “Saya merasa jual beli ini saya dizalimi terus,” kata Sofia di Pengadilan Tipikor Serang, Selasa (27/9/2022).

Dia menceritakan, pada Desember 2017, ia dipanggil ke Kecamatan Ciputat Timur pada pukul 21.00 WIB. Di sana, ia diminta untuk melepaskan hak atas tanah di Rengas yang sebelumnya sudah disepakati akan dijual ke terdakwa Agus Kartono dengan pembayaran uang muka.

Malam itu, lalu disepakati bahwa uang transfer pembayaran Disdikbud diberikan ke terdakwa Agus. Wanita ini mengaku heran dan kaget waktu itu. Kenapa dibayarkan ke Agus? Padahal ia pemilik tanah yang sah.

Agus memang membeli tanah itu tapi baru memberikan uang muka Rp 3 miliar lebih dan itu dilakukan pada 2013. “Saya keberatan uang masuk ke Pak Agus,” ujarnya di hadapan majelis hakim yang diketuai Atep Sopandi.

Ia lalu diyakinkan oleh camat Ciputat Timur karena sisa uang pembayaran pasti akan diberikan oleh terdakwa Agus. Setelah ada jaminan dari camat, ia lalu setuju uang tidak diterima secara langsung, tapi melalui terdakwa.

“Saya tidak mempertanyakan, saya sudah lah karena sudah kesal, karena saya yang menjual tapi yang menerima orang lain, Pak Agus. Pak camat bilang, ibu akan menerima apa yang menjadi hak ibu Rp 4,1 miliar,” katanya menceritakan.

Uang Rp 4,1 miliar itu pun dibayarkan beberapa hari kemudian oleh terdakwa Agus. Ia sendiri tidak berurusan dengan pihak DIndikbud karena tidak ada yang ia kenal .

Setelah pembayaran pada dirinya selesai, belakangan ia memang baru tahu ternyata tanah miliknya dibeli Dindikbud seharga Rp 17,8 miliar. Ia sendiri memang kaget. “Kaget, saya tidak mempertanyakan, sudah lah karena sudah kesal,” paparnya.[]