KoPAM Desak Kejati Aceh Segera Tetapkan Tersangka SPPD Fiktif Dewan Simeulue

Aksi demo di depan Kejati Aceh

BANDA ACEH | BeritaBagus– Koalisi Pemuda Aceh Menggugat (KoPAM) melancarkan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh kawasan Batoh, Banda Aceh, Selasa ((19/7/2022). Mereka mendesak instansi penegak hukum itu serius menuntaskan kasus SPPD fiktif yang diduga melibatkan puluhan anggota DPRK Simeulue.

Menurut demonstran, penanganan kasus ini sangat lamban dan belum ada tanda-tanda akan ditetapkan tersangka. “Sudah sangat berlarut-larut, makanya kita minta agar Kejati segera menetapkan tersangka,” kata Aldi Irawan, koordinator aksi.

Baca juga: Nasir Jamil Dituding Intervensi Kasus SPPD Fiktif DPRK Simuelue

Baca juga: Kasus Sapi Kurus Berpotensi Rugikan Negara Rp 1,3 Miliar

Plt Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, yang datang menemui pendemo menjelaskan, bahwa Kejati sudah mulai memeriksa sejumlah anggota DPRK Simeulue yang diduga terlibat. “Hari ini ada beberapa yang sudah berada di bagian pidana khusus untuk menjalani pemeriksaan,” kata Ali.

Baca juga: Alhudri Jangan Tutupi Kasus Pungli Kacabdis Agara

Baca juga: Ketua Komisi VI DPRA: Kami Terus Awasi Kasus Pungli di Disdik

Ali Rasab menjelaskan perkembangan kasus SPPD tersebut dengan mengatakan bahwa jumlah anggota dewan sudah dipanggil untuk diperiksa. Meski demikian, dia tidak menjawab rinci berapa orang yang dipanggil. “Itu nanti sore saja, tunggu kawan-kawan penyidik bekerja. Nanti saya laporkan berapa orang semuanya,” ujar pejabat ini.

Dijelaskan pula, proses pemeriksaan terhadap anggota Dewan karena aturan mengharuskan adanya izin Mendagri. “Izin baru ditandatangani oleh gubernur pada Juni 2022 lalu,” katanya.[]