Kata Kepala Bappeda Aceh, Angka Kemiskinan Turun 0,98 %

Teuku Dadek

BANDA ACEH | BeritaBagus – Kepala Bappeda Aceh Teuku Ahmad Dadek dengan penuh percaya mengklaim, angka kemiskinan Aceh turun sebesar 0,98 persen. Penurunan sebesar itu, menurut dia, terbesar sepanjang sejarah.

Dadek merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Jumat (15/7/2022). Di sana tercatat bahwa selama periode September 2021 hingga Maret 2022, persentase penduduk miskin di Aceh turun dari 15,53 persen menjadi 14,64 persen atau turun sebesar 0,89 persen.

Baca juga: Lima Pesan Mendagri kepada Pj Gubernur Aceh

Angka kemiskinan berkurang tidak hanya di desa, tapi juga di perkotaan. Jumlah penduduk miskin di desa, kata dia, turun 1,17 poin atau dari 18,04 persen menjadi 16,87 persen. Sedangkan persentase penduduk miskin di kota turun sebesar 0,27 persen atau dari 10,58 persen menjadi 10,31 persen.

Dijelaskan, jumlah penduduk miskin di Aceh sebanyak 806,82 ribu orang atau 14,64 persen pada bulan Maret 2022. Jumlahnya berkurang sebanyak 43,4 ribu orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2021 yang jumlahnya 850,26 ribu orang.  “Turun 15,53 persen,”ujarnya.

Baca juga: Partai Aceh Nobatkan Nova Iriansyah sebagai Gubernur Terburuk Sepanjang Sejarah

Baca juga: Pernyataan Nova di DPRA: Pendapatan Aceh Tahun 2021 Melebihi Target

Dalam laporan itu disebutkan, bahwa komoditi makanan berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan, di antaranya adalah beras, rokok, dan ikan tongkol/tuna/cakalang. Sedangkan untuk komoditi bukan makanan yang berpengaruh terhadap nilai garis kemiskinan adalah biaya perumahan, bensin, dan listrik.

Bukan hanya sekarang, kata Dadek. Selama periode tahun 2017-2021, persentase penduduk miskin di Aceh juga menunjukkan kecenderungan menurun. Pada Maret 2017, persentase penduduk miskin Aceh mencapai 16,89 persen. Angka ini turun menjadi 15,92 persen pada September 2017.

Kenaikan persentase penduduk miskin, kata dia, hanya terjadi pada Maret 2018 sebesar 15,97. Pada periode September 2018 – Maret 2020 jumlah penduduk miskin turun lagi, yaitu dari 15,68 persen (September 2018), 15,32 persen (Maret 2019), 15,01 persen (September 2019), 14,99 persen (Maret 2020). Baru pada September 2020 ankga kemiskinan naik lagi menjadi 15,43 persen.

Dijelaskan, pada Maret 2021 angka kemiskinan turun menjadi 15,33 persen. Kemudian, pada September 2021 mengalami kenaikan pula sebesar 15,53 persen. “Kenaikan terjadi karena pandemi Covid-19. Terakhir, angka terbaru pada Maret 2022, persentase penduduk miskin mengalami penurunan menjadi 14,46 persen. Ini yang terendah dalam sejarah Aceh,” ujarnya. []