Kadis Perhubungan Aceh Junaidi Akui Diperiksa KPK

Junaidi, Kadishub Aceh (foto: repro)

AQshare.id – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, Ir Junaidi MT, mengakui dirinya bersama Sekda Taqwallah dipanggil penyidik KPK, Kamis (3/6/2021). Kata Junaidi, mereka diminta menjelaskan soal penganggaran tiga unit kapal yang dibeli dengan dana APBA.

 

Sudah familiar di masyarakat, tiga kapal dimaksud diberi nama Aceh Hebat-1, Aceh Hebat-2, dan Aceh Hebat-3. Fasilitas transportasi itu sudah beroperasi, melayani penyeberangan antarpulau di Aceh.

 

Keberangkatan Kadishub dan Sekda Aceh mengahadap KPK berlangsung sembunyi-sembunyi. Meski demikian, bocor juga ke awak media. Apalagi setelah isu ini mendapat konfirmasi dari Plt Jubir KPK, Ali Fikri, yang membenarkan bahwa lembaga itu sedang memeriksa pejabat Aceh.

 

Kepada wartawan, Kadishub Junaidi menjelaskan, penyidik KPK memeriksa dia dan Sekda Taqwallah soal penganggaran kapal Aceh Hebat. Proses permintaan keterangan itu, kata Junaidi, berjalan lancar. “Setelah menerima penjelasan kami, penyidik KPK mempersilakan kami untuk pulang kembali ke Aceh,” ujar Junaidi di ruang kerja Sekda Taqwallah dikutip dari Serambinews.com, Sabtu (5/6/2021).

Baca juga: Beredar Kabar, Sekda dan Kadis Perhubungan Aceh Diperiksa KPK

Baca juga: Sekda Aceh Taqwallah Pantau Vaksinasi Massal Covid-19 

 

Yang menarik, Junadi membagikan informasi bahwa selain mengusut soal proyek Kapal Aceh Hebat dan proyek multiyears lainnya, KPK juga sedang memeriksa sejumlah kasus lainnya di Aceh. “KPK juga memberitahu kami bahwa mereka sedang menyelidiki beberapa kasus dugaan korupsi di Aceh dan sudah memanggil sejumlah pejabat untuk dimintai keterangan,” kata kadis Perhubungan ini.

 

Menurut Junaidi, akibat pemberitaan media yang begitu gencar soal kepergiannya ke Jakarta, keluarganya sempat bertanya-tanya. Karena itu, begitu keluar dari KPK dia mengaku segera menghubungi keluarga.

 

Kata Junaidi, pihak keluarganya menjadi kepikiran setelah membaca pemberitaan media. Lebih-lebih, katanya, karena saat berangkat Jakarta, ia tidak memberitahu kepada bahwa ia dan Sekda akan ke Kantor KPK. “Saya hanya beritahu akan dinas ke Jakarta,” ujar Junaidi.

 

Ia menerangkan, penyidik KPK menanyakan soal usulan perencanaan dan penganggaran tiga Kapal Aceh Hebat. Pertanyaan-pertanyaan penyidik KPK, menurut Junaidi, bisa dijawabnya dengan teratur, dilengkapi dengan dokumen yang objektif.

 

Tidak hanya itu, kata Kadis Perhubungan ini, dia juga melengkapi penjelasannya dengan dokumen video, yang memperlihatkan proses mulai awal pembuatan sampai kapal itu selesai 100 persen. Termasuk proses pembayaran hingga kapal beroperasi.

 

Penjelasan senada juga disampaikan Sekda Aceh, dr Taqwallah M.Kes. Dijelaskan, bahwa ia juga tidak menginformasikan kepergiannya ke Jakarta kepada siapa pun, termasuk kepada istrinya. Sekda beralasan, dia perlu bersikap seperti itu agar keberangkatan tersebut tidak menimbulkan kehebohan.

 

Taqwallah juga meluruskan pemberitaan terkait pemanggilan dirinya oleh KPK. Ia menjelaskan, bahwa dirinya diundang KPK pada Kamis (3/6/2021) pukul 09.30 WIB untuk memberikan penjelasan terkait usulan perencanaan dan penganggaran tiga kapal Aceh Hebat.

 

Dijelaskan, setelah semua pertanyaan terkait kewenangan, tugas, dan fungsi dia sebagai Sekda Aceh dan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) mengenai usulan perencanaan dan penganggaran tiga kapal Aceh Hebat itu dijelaskan kepada penyidik KPK, pihak KPK menerima penjelasan tersebut dengan baik dan ramah.

“Setelah itu saya bersama Kadishub Aceh dipersilakan pulang kembali ke Aceh untuk menjalankan tugas rutin di pemerintahan,” ujar Taqwallah.

 

Menurut Sekda, proses pemeriksan itu tidak berlangsung lama karena dokumen perencanaan dan penganggaran tiga kapal Aceh Hebat yang dibuat Dishub Aceh, KPA, dan PPTK-nya, sangat jelas, objektif, rapi, dan runtut. “Sehingga penyidik KPK cepat memahami, menerima penjelasan kami berdua, dan mengizinkan kami kembali ke Aceh,” terangnya.

 

Taqwa menyebut, setelah selesai di KPK dia berecana untuk istrahat dulu di Jakarta. Rencananya Senin (7/6/2021) baru kembali ke Aceh. Tapi, kata Taqwa, dia didesak pihak keluarga agar segera pulang untuk membuktikan bahwa dia dan Kadishub Aceh tidak ditahan KPK.

 

Makanya, kata Taqwallah, Sabtu (5/6/2021) siang itu dia dan Junaidi langsung terbang ke Aceh menumpang pesawat Garuda. Sesampai di Banda Aceh, sore itu juga, ia langsung meninjau kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk ASN di Gedung Banda Aceh Convention Hall.[]