Habisi Isteri Sendiri, Oknum TNI Bayar Eksekutor Rp 120 Juta

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi

SEMARANG | BeritaBagus – Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi mengatakan, anggota TNI Kopda Muslimin diduga membayar Rp120 juta ke komplotan eksekutor yang menembak istrinya, Rina Wulandari. Uang diserahkan saat laki-laki ini menunggu sang istri di rumah sakit usai penembakan.

Luthfi menjelaskan hal ini pada acara konferensi pers. “Di rumah sakit, suami korban meneleponan eksekutor, untuk memperoleh transaksi uang hasil pelaksanaan kegiatan. Kemudian suami korban keluar, di mini market, 300 meter dari rumah sakit, diberikan uang Rp120 juta sebagai kompensasi,” kata Luthfi, Senin (25/7).

Kata Luthfi, tindakan Muslimin yang memerintahkan orang untuk menembak istrinya dilatarbelakangi hubungan asmara. “Motifnya punya pacar lagi. Jadi ada delapan saksi yang kita periksa. Di antaranya saksi W, itu pacarnya,” ujar Kapolda.

Luthfi melanjutkan, setelah memerintahkan sejumlah orang untuk menembak istrinya, Muslimin kemudian mengajak W untuk lari, namun W tidak mau. “Jadi pacarnya W itu sudah kita lakukan pengamanan. Bahwa dia sempat lari, jadi yang bersangkutan (Muslimin) lari setelah melakukan kegiatan ini, tetapi pacarnya tidak mau. Jadi motifnya itu,” katanya.

Polisi sudah menangkap lima orang pelaku yang diduga terlibat. Luthfi pun meminta Muslimin untuk menyerahkan diri. “Saya imbau kepada suami korban yang diduga ini masih dalam pencarian kita untuk segera menyerahkan diri sebelum kita tim melakukan tindakan tegas,” katanya.

Rina merupakan istri dari Kopral Muslimin, anggota TNI satuan Arhanud Semarang. Korban ditembak dua orang tak dikenal yang berboncengan sepeda motor. Saat kejadian korban ada di depan rumahnya. Tiba-tiba dua orang itu menghampiri korban yang baru saja menjemput anaknya sekolah.

Kedua orang itu melepaskan dua tembakan yang mengenai perut korban. Rina mengalami luka di bagian perut dan kini dalam penanganan medis di rumah sakit.[]