Fatwa MUI: Vaksin Covid-19 Asal China Haram

Ilustrasi (foto: repro)

BANDA ACEH | BeritaBagus –Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi perusahaan asal China, CanSino Biologics Inc, haram. Produk ini juga dikenal dengan nama lain Convidecia.

Penegasan MUI terkait vaksin China ini tertera dalam Fatwa Nomor 11 Tahun 2022 tentang Hukum Vaksin Covid-19 Produksi Cansino Biologics Inc China. “Vaksin Covid-19 produksi CanSino hukumnya haram,” tegas Mui dalam fatwa yang disiarkan secara luas lewat laman resmi MUI, Minggu (3/7/2022).

Baca juga: Kadisdik Aceh Ancam Kepsek, Silakan Mundur Jika tak Tuntaskan Vaksinasisi Siswa!

Dijelaskan, vaksin itu diproduksi dengan memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia. Karena itu dipastikan hukumnya haram. “Memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia (jus’ minal insa), yaitu sel yang berasal dari ginjal embrio bayi manusia,” lanjut fatwa tersebut.

Terkait fatwa itu, MUI mengeluarkan enam rekomendasi, yakni:

1. Pemerintah harus memprioritaskan penggunaan vaksin Covid-19 yang halal semaksimal mungkin, khususnya untuk umat Islam.

Baca juga: China Gunakan Vaksin Buatan Amerika, bukan Sinovac !

2. Pemerintah perlu mengoptimalkan pengadaan vaksin Covid-19 yang tersertifikasi halal.

3. Pemerintah harus memastikan vaksin Covid-19 lain yang akan digunakan agar disertifikasi halal dalam kesempatan pertama guna mewujudkan komitmen pemerintah terhadap vaksinasi yang aman dan halal.

4. Pemerintah harus menjamin dan memastikan keamanan vaksin yang digunakan.

5. Pemerintah tidak boleh melakukan vaksinasi dengan vaksin yang berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan terpercaya, menimbulkan dampak yang membahayakan (dlarar).

6. Mengimbau kepada semua pihak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak istighfar, istighasah, dan bermunajat kepada Allah SWT.[]