Ekses Lock Down, Satu-satu Warga Malaysia Mati Bunuh Diri

Gantung diri, stres akibat lock down (foto: dok Ist)

MEDIAPRIORITAS.Com – Kebijakan lock down total (Perintah Kawalan Pergerakan Diperketatkan atau PKPD) yang diterapkan Pemerintah Malaysia mulai ambil korban. Stres dan kelaparan menghantui warga, beberapa memilih bunuh diri.

Dilansir dari KABARAKTUAL.id, Selasa (29/6/2021), kecemasan sedang melanda sebagian warga, terutama mereka yang tidak memiliki cukup persediaan uang karena tidak bisa bekerja.

Hal itu telah mendorong beberapa warga bunuh diri seperti dilaporkan dari kawasan Tesco, Melaka. “Teruk, pak. Kejadiannya baru saja,” ujar Anjay, seorang warga Kuala Lumpur, Selasa (29/6/2021) siang.

Dia mengatakan, kasus bunuh diri menimpa sejumlah laki-laki, baik dengan cara gantung diri atau meloncat dari gedung tinggi. Suasana Malaysia terkini, dilaporkan, benar-benar mencekam. Masyarakat mengalami stress berat karena kesulitan pangan, akibat tidak bisa keluar rumah untuk bekerja.

Masyarakat, katanya, betul-betul mengalami tekanan yang luar. Mereka yang kehabisan makanan di rumah menjerit, tidak bisa mekakukan apa-apa. “Begitu mencekam situasinya,” kata Anjay.

Warga bunuh diri dengan cara loncat dari gedung tinggi (foto: dok Ist)

Atas inisiatif sendiri, warga menyerukan agar saling membantu. Mereka yang berada dalam situasi genting, kepalaran, karena ketiadaan makanan diminta supaya memasang bendera putih di balkon atau depan rumah.

Pemasangan bendera dimaksudkan sebagai tanda bahwa penghuni rumah tersebut berada dalam situasi kritis dan perlu mendapatkan pertolongan segera.

Anjay melaporkan, situasi kritis itu sudah menjalar ke seluruh negara bagian, terutama wilayah yang mengalami PKPD. Warga di wilayah-wilayah itu melakukan tindakan serupa, menaikkan bendera putih untuk meminta pertolongan.

“Gerakan ini tidak melihat latar belakang sosial, ras, agama, dan latar belakang. Pokoknya saling bantu. Itu motifnya,” kata Anjay.

Masyarakat, katanya, mulai hilang kepercayaan kepada Pemerintah dan tidak lagi berharap kepada Kerajaan. Sebab, ketika warga melaporkan situasi, pihak Kerajaan terus aja meminta warga bersabar. “Sabar, nanti bantuan diberikan. Nyatanya bantuan tak pernah sampai,” ujarnya.

Atas inisiatif sendiri, sekarang muncul gerakan rakyat bantu rakyat. Begitu yang sedang terjadi dan digaungkan pekerja sosial. “Jangan lagi tunggu pemerintah,” ujar seruan itu.

Dia mnegatakan, lock dowon sudah berlangsung selama 470 hari. Selama itu pula warga tidak bisa melakukan aktivitas, sehingga mereka yang menggantungkan hidup dari upah harian benar-benar tidak punya uang sekarang.

Akibatnya, mereka tidak bisa membeli makanan dan sebagian melakukan bunuh diri. “Tapi, alhamdulillah hari ini, yang bunuh diri bukan muslim. Kita masih punya iman,” terang Anjay.[]

 

Sumber: KABARAKTUAL.id