Dinas PUPR Aceh Gantung Hasil Pre Award Meeting Proyek MYC, Ada Apa?

Kondisi ruas jalan Peureulak-Lokop

MEDIAPRIORITAS.Com – Setelah berbulan-bulan mengambang, akhirnya Dinas PUPR Aceh mengadakan Pre Award Meeting (PAM) terhadap pemenang tender proyek peningkatan ruas jalan Perlak – Lokop Segmen 3, PT Wanita Mandiri Perkasa, Rabu (24/8/2021). Meski demikian, hasilnya masih digantung.

Padahal, dalam situasi normal, setelah dilaksanakan rapat persiapan penunjukan penyedia barang/jasa (Pre Award Meeting), pihak Dinas teknis langsung mengumumkan hasilnya. Apakah pihak rekanan dinyatakan gagal atau dilanjutkan dengan pembuatan gunning.

Tapi, khusus untuk Segmen 3 ini perlakuannya tampak berbeda. Setelah digantung berbulan-bulan sejak pemenang tender ditetapkan, pihak Pengguna Anggaran (PA) atau Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada Dinas PUPR tidak mengambil tindakan apa-apa. Pemenang tender dibiarkan dalam posisi mengambang begitu saja tanpa keputusan yang konkret, apakah proyek lanjut atau statusnya dibatalkan?

Melansir Serambinews.com, Kamis (26/8/2021), pihak Dinas PUPR kelihatannya belum akan melanjutkan tahapan administrasi Segmen 3 ke penyiapan gunning. Karena, menurut penjelasan Mawardi, pihaknya masih harus menunggu keluarnya pendapat hukum dari Kejaksaan Tinggi Aceh.

Mawardi berdalih, hal itu dilakukan agar tidak menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari. “Untuk tahap selanjutnya yaitu gunning dan penandatanganan kontrak KPA bersama Penyedia dan peserta PAM termasuk tim Probity audit BPKP RI perwakilan Aceh menyepakati bahwa menunggu keluarnya pendapat hukum dari Kejaksaan Tinggi Aceh agar tidak mejadi sengketa/ persoalan hukum di kemudian hari,” kata Mawardi.

Di mata seorang pengusaha yang dimintai komentarnya, perlakuan terhadap pemenang tender segmen 3 ini terkesan agak berbeda dengan dua segmen lainnya. Konon, kata sumber ini, Dinas PUPR Aceh tidak melakukan tahapan yang sama untuk Segmen 1 dan 2, serta paket pekerjaan MYC lainnya yang sudah berkontrak dan sudah kerja. “Ada apa sebenarnya segmen ini begitu berbeda perlakuannya dengan paket pekerjaan MYC lainnya,” tanya sumber ini.

Menurut pengamatan sumber ini, paket pekerjaan Segmen 3 Jalan Peureulak – Lokop yang dimenangkan oleh PT Wanita Mandiri Perkasa merupakan paket pekerjaan yang paling banyak mendapat perlakuan khusus. Selain telah mendapatkan audit BPKP, KPPU, LKPP, dan Biro Hukum, paket ini juga paling banyak memperoleh pendapat hukum dari berbagai lembaga hukum.

Karena itu, berbagai perlakuan yang terkesan janggal dan mengada-ada tersebut tersebut menjadi perhatian berbagai pihak. “Ada apa sebenarnya dengan paket pekerjaan Segmen 3 Jalan Peureulak – Lokop ini sehingga begitu banyak mendapat perlakuan khusus dan sangat berbeda dengan paket MYC lainnnya,” tanya seorang sumber.

Di sisi lain, sumber yang meminta tidak ditulis identitasnya ini juga merasa ada yang janggal dalam perjalanan proses administrasi paket MYC tersebut. Kenapa, Gubernur Nova Iriansyah tidak pernah menegur atau memberi peringatan apapun terhadap Kadis PUPR Aceh yang tidak profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Padahal, kata sumber ini, Kadis PUPR Aceh jelas-jelas tidak punya itikad baik mendukung program kerja Gubernur Aceh dalam mewujudkan Aceh Hebat, khususnya dalam bidang pembangunan infrastruktur daerah. “Pembangunan jalan tembus yang dibiayai dengan anggaran MYC itu kan program kebanggaan gubernur. Kenapa Mawardi tidak ditegur padahal jelas-jelas telah mempermalukan gubernur di depan rakyat,” kata sumber ini.

Pelaksanaan PAM untuk segmen 3 itu sendiri, sepertinya, tidak terlepas akibat adanya reaksi masyarakat pedalaman Aceh Timur yang berdelegasi ke Banda Aceh meminta agar pembangunan jalan tersebut segera dilaksanakan. Juga desakan pihak legislatif yang mempertanyakan paket MYC kepada gubernur di depan sidang Dewan.

Tapi, tampaknya, harapan masyarakat dan berbagai pihak belum akan terwujud. Karena instansi terkait masih menunda tahapan proyek ini dengan alasan meminta pendapat hukum Kejati.[]