Aceh Besar Raih WTP 11 Kali Berturut-turut tapi 6 Kendaraan Dinas Hilang, Gimana Tuh?

Ilustrasi (foto> inet)

BANDA ACEH | BeritaBagus – Belum lama ini, Pemkab Aceh Besar menerima predikat WTP atas audit BPK Perwakilan Aceh. Tidak tanggung-tanggung. Sudah 11 kali berturut-turut. Tapi, ada hal yang agak mengejutkan. BPK juga mengumumkan temuan, sebanyak 6 unit kendaraan dinas Pemkab tidak diketahui keberadaannya alias raib.

Menurut laporan BPK, nilai asset negara yang raib itu mencapai Rp 680 juta lebih.

Pada lampiran 66 dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK yang diterima media ini, disebutkan, rincian asset kendaraan dinas yang tidak diketahui keberadaannya itu tercatat atas nama 4 unit kerja di lingkungan Pemkab Aceh Besar. Dari total 6 unit, paling banyak raib di Sekretariat Daerah (Setda) Aceh Besar berjumlah 3 unit.

Kendaraan dinas yang dinyatakan raib adalah mobil BL 8047 LB, BL 2786 LO, BL 8053 LB, dan sepeda motor masing-masing BL 2416 LO, BL 2278 L, serta BL 2149 LO.

BPK merincikan, yang raib dari Dinas Lingkungan Hidup 1 unit mobil dengan nilai asset Rp 141.300.000, Dinas Kesehatan 1 unit sepeda motor Rp 14.4663.000, Dinas Perhubungan 1 unit mobil dengan nilai asset Rp 492.677.840, dan Setda Aceh Besar 3 unit sepeda motor dengan nilai asset masing-masing Rp 10.519.000.

Menurut laporan BPK, dari pemeriksaan lebih lanjut terhadap kendaraan yang raib ditemukan informasi sebagai berikut:

  1. BAST pemakaian kendaraan tidak ditemukan;
  2. Terdapat kendaraan dengan masa berlaku STNK dan pajak kendaraan yang sudah tidak berlaku;
  3. Terdapat kendaraan yang tidak memiliki STNK dana tau pajak;
  4. Tidak dilakukan pemeliharaan kendaraan tersebut untuk tahun 2022.

Masih dikutip dari laporan BPK, berdasarkan keterangan dari masing-masing pengurus barang diketahui bahwa kendaraan yang tidak diketahui kondisi fisik dan keberadaannya dikarenakan BAST pemakaian kendaraan belum seluruhnya dapat ditelusuri sehingga pemegang kendaraan tidak diketahui.

Selain itu, terhadap kendaraan dengan keterangan rusak berat yang masih dicatat sebagai asset tetap, pengurus barang menjelaskan bahwa belum dilakukan penghapusan dari asset tetap dikarenakan pengurus barang belum melihat fisik kendaraan tersebut. Sehingga, pengusulan penghapusan kepada pengelola barang belum data dilakukan.

Melansir KabarAktual.id, jaringan BeritaBagus.co yang tergabung dalam Asosiasi Media Siber Aceh (AMSA), Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Besar, Sulaimi, sudah dicoba mintai keterangan terkait temuan tersebut, Sabtu (27/5/2023). Tapi, pejabat ini tidak menjawab permintaan konfirmasi.[]